MAKASSAR, FOLDERINDONESIA.COM Pedagang Pasar Butung Kota Makassar menyampaikan keprihatinan atas munculnya kembali polemik pengelolaan pasar, di saat kondisi pasar sebenarnya sudah kondusif. Para pedagang mengaku telah kembali merasa nyaman berjualan setelah pengelola melakukan berbagai pembenahan fasilitas umum secara menyeluruh.
Ketua Asosiasi Pedagang Pasar Butung, Faisal A. Rahman, mempertanyakan alasan munculnya kembali persoalan pengambilalihan pengelolaan pasar yang dilakukan secara sepihak. Menurutnya, apabila terdapat masalah antara pihak tertentu dengan pengelola, seharusnya diselesaikan melalui dialog yang baik atau melalui jalur hukum, bukan dengan menciptakan kegaduhan di lingkungan pasar.
“Kasihan kami para pedagang. Kami hanya ingin berjualan dengan tenang, apalagi menjelang bulan suci Ramadan yang menjadi momentum penting bagi kami untuk memanen hasil jualan,” ujarnya. Ia menegaskan bahwa pedagang mengutuk keras segala bentuk tindakan yang berpotensi menimbulkan kekisruhan di Pasar Butung.
Lebih lanjut, Faisal menyampaikan kekhawatirannya apabila Pemerintah Kota Makassar memaksakan pengambilalihan pengelolaan pasar. Ia mempertanyakan siapa yang akan bertanggung jawab jika tindakan tersebut menimbulkan keributan dan mengganggu aktivitas perdagangan.
Asosiasi Pedagang Pasar Butung juga menegaskan bahwa sengketa pengelolaan pasar sejatinya telah selesai, karena telah dieksekusi oleh juru sita Pengadilan Negeri Makassar pada Agustus 2024. Oleh sebab itu, para pedagang menilai tidak ada lagi alasan untuk memunculkan persoalan baru yang berpotensi memicu konflik.
Pihak asosiasi mengaku menerima informasi akan adanya rencana pengambilalihan paksa pada 28 Januari 2026. Mereka secara tegas meminta Wali Kota Makassar untuk bertanggung jawab penuh apabila tindakan tersebut menimbulkan konflik besar hingga berdampak pada keselamatan pedagang dan pengunjung pasar.
Para pedagang berharap Pasar Butung tetap dijaga sebagai pusat perdagangan yang aman dan nyaman. Saat ini, pengelola disebut tengah gencar melakukan pembenahan, mulai dari perbaikan fasilitas hingga pendingin ruangan dari lantai basement sampai lantai empat, sehingga pedagang tidak lagi merasa kepanasan. Pedagang pun meminta agar Pasar Butung tidak dijadikan arena konflik, melainkan diberi citra positif demi keberlangsungan usaha dan ketenangan bersama.


















