Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
Daerah

DPRD Maros Soroti Dugaan Gaji Outsourcing di RSUD Camba di Bawah UMP

10
×

DPRD Maros Soroti Dugaan Gaji Outsourcing di RSUD Camba di Bawah UMP

Sebarkan artikel ini

MAROS, FOLDERINDONESIA.COM – Komisi III DPRD Maros menyoroti dugaan pembayaran gaji di bawah Upah Minimum Provinsi (UMP) yang diterima tenaga outsourcing di RSUD Camba. Persoalan tersebut mengemuka dalam rapat kerja Komisi III DPRD Maros bersama Dinas Kesehatan serta manajemen RSUD La Palaloi dan RSUD Camba yang digelar untuk membahas berbagai isu pelayanan kesehatan.

Anggota DPRD Maros, Dedy Aryan, mengatakan pihaknya meminta klarifikasi langsung terkait informasi yang beredar di masyarakat mengenai besaran gaji tenaga outsourcing. Berdasarkan informasi yang diterima DPRD, pekerja outsourcing di RSUD Camba disebut menerima upah berkisar antara Rp1,5 juta hingga Rp2 juta per bulan. “Informasi yang kami terima, gaji pekerja outsourcing berkisar Rp1,5 juta hingga Rp2 juta per bulan,” kata Dedy.

Dari hasil rapat diketahui para pekerja tersebut direkrut melalui perusahaan penyedia jasa tenaga kerja atau pihak ketiga. Selain itu, sebagian pekerja masih berstatus masa percobaan kerja yang berlangsung sekitar tiga bulan sebelum status kerja mereka ditetapkan secara definitif. Menurut Dedy, persoalan ini menjadi perhatian serius DPRD karena berkaitan langsung dengan hak-hak pekerja dan kepatuhan terhadap ketentuan ketenagakerjaan yang berlaku.

Politikus PKS itu mengungkapkan pihak manajemen RSUD Camba telah mengetahui persoalan tersebut dan mulai melakukan tindak lanjut. DPRD pun berharap proses pembahasan yang sedang berjalan dapat menghasilkan solusi yang sesuai dengan regulasi pengupahan. “Direktur RSUD Camba sudah menindaklanjuti, saat ini masih dalam proses pembahasan,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur RSUD Camba, Sri Syamsinar Rachmah, menegaskan pengelolaan tenaga outsourcing sepenuhnya berada di bawah kewenangan perusahaan penyedia. Pihak rumah sakit, kata dia, hanya mengajukan kebutuhan tenaga kerja beserta anggaran yang disiapkan. RSUD Camba juga telah menyurati perusahaan penyedia tenaga outsourcing untuk meminta klarifikasi atas informasi yang beredar. Saat ini tercatat sebanyak 44 tenaga outsourcing bekerja di rumah sakit tersebut.

Example 300x250