MAROS, FOLDERINDONESIA.COM – DPRD Maros menyoroti serius kekurangan ratusan tenaga guru di wilayahnya. Sedikitnya 475 formasi guru untuk jenjang Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) hingga kini belum terpenuhi, kondisi yang dinilai dapat berdampak pada kualitas pendidikan di daerah.
Anggota DPRD Maros, Muhammad Yusuf “Sarro”, menegaskan persoalan kekurangan guru tidak boleh dianggap sepele. Menurutnya, keberadaan tenaga pendidik yang cukup sangat menentukan kelancaran proses belajar mengajar di sekolah-sekolah, terutama di wilayah terpencil yang selama ini sudah menghadapi keterbatasan fasilitas pendidikan.
“Ini harus jadi perhatian serius. Kekurangan guru bisa mengganggu proses belajar mengajar, apalagi di wilayah terpencil,” tegas Sarro, Rabu (29/4/2026).
Berdasarkan data Dinas Pendidikan Kabupaten Maros, kebutuhan guru tersebut terdiri atas 348 orang di tingkat SD dan 127 orang di tingkat SMP. Kekosongan tersebut sebagian besar terjadi pada guru kelas dan guru olahraga di tingkat SD, serta guru mata pelajaran di tingkat SMP.
DPRD Maros berharap pemerintah daerah dapat segera mengambil langkah strategis untuk mengatasi kekurangan tenaga pendidik tersebut, baik melalui rekrutmen baru maupun penataan distribusi guru yang ada, agar kualitas pendidikan di Kabupaten Maros tetap terjaga secara optimal.


















