Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
Daerah

Antrean Solar Mengular, DPRD Maros Soroti Dampaknya terhadap Kemacetan dan Distribusi

20
×

Antrean Solar Mengular, DPRD Maros Soroti Dampaknya terhadap Kemacetan dan Distribusi

Sebarkan artikel ini
Anggota DPRD Maros Mahmud Alkani yang juga ketua DPC Hanura (Dok. Media DPRD Maros). 

MAROS, FOLDERINDINESIA.COM— Persoalan sulitnya mendapatkan BBM jenis solar mulai memberi dampak terhadap kelancaran lalu lintas dan distribusi barang di Kabupaten Maros. Sejumlah SPBU dipadati kendaraan yang menunggu giliran mengisi bahan bakar hingga antreannya memanjang ke ruas jalan.

Situasi tersebut terlihat di sejumlah SPBU, di antaranya Ballu-Ballu, Batangase, dan Buttatoa. Padatnya kendaraan yang mengantre membuat sebagian badan jalan ikut digunakan, sehingga pengguna jalan harus memperlambat laju kendaraan.

Kondisi ini mendapat perhatian dari Anggota DPRD Maros, Mahmud Al Ka’ani. Ia meminta pemerintah dan pihak terkait tidak membiarkan persoalan tersebut berlarut-larut karena dampaknya mulai dirasakan masyarakat secara luas.

“Sekarang ini Maros luar biasa macetnya. Ini harus segera ditangani,” tegas Mahmud saat memberikan keterangan pada media. Senin (7/9/2026) di Kantor DPRD Maros.”

Menurut Mahmud, antrean kendaraan tidak hanya mengganggu pengemudi yang sedang menunggu pengisian BBM. Aktivitas masyarakat sehari-hari juga ikut terdampak, mulai dari warga yang hendak bekerja, mengantar anak ke sekolah, hingga kendaraan yang membawa barang antardaerah.

Ia menilai persoalan ketersediaan solar perlu dilihat dalam konteks yang lebih luas. Ketika kendaraan pengangkut barang harus menghabiskan waktu berjam-jam di SPBU, proses pengiriman barang otomatis ikut tertunda.

“Banyak pasokan bahan baku yang terlambat sampai ke tempat tujuan. Kalau distribusi lambat, perputaran ekonomi juga ikut melambat,” ujarnya.

Ketua DPC Partai Hanura Maros itu juga menyoroti kondisi lalu lintas di Maros yang memang sudah cukup padat. Menurutnya, keberadaan antrean kendaraan di sejumlah ruas jalan membuat kepadatan semakin sulit dikendalikan.

Antrean Berdampak ke Pengguna Jalan

Panjangnya antrean di sejumlah SPBU turut dirasakan pengguna jalan. Andri, salah seorang pengendara, mengaku waktu tempuhnya bertambah akibat kendaraan yang mengantre hingga ke pinggir jalan.

“Biasanya kalau dari Maros Kota ke Grand Mall hanya sekitar 15 menit, sekarang harus 30 menit. Motor pun harus lewat di pinggir jalan karena kadang mobil itu macet sekali, susah bergerak,” katanya.

Mahmud mengatakan kondisi tersebut menunjukkan bahwa persoalan kelangkaan solar telah menimbulkan efek berantai. Selain menghambat mobilitas warga, waktu yang terbuang di antrean juga dapat memengaruhi aktivitas ekonomi dan pendapatan pengemudi kendaraan angkutan.

“Yang paling terdampak tentu para sopir. Waktu mereka habis di antrean, perjalanan tertunda, otomatis penghasilan mereka juga bisa berkurang,” jelasnya.

DPRD Dorong Penanganan Segera

Melihat kondisi tersebut, Mahmud meminta pihak terkait segera melakukan langkah konkret untuk memastikan ketersediaan solar di SPBU. Ia juga menilai perlu ada pengaturan terhadap kendaraan yang mengantre agar tidak mengganggu badan jalan.

Menurutnya, penyelesaian persoalan tidak cukup hanya dengan memastikan BBM tersedia. Pengelolaan antrean juga harus diperhatikan agar kebutuhan kendaraan tidak berujung pada gangguan terhadap pengguna jalan lainnya.

“Jangan tunggu sampai persoalan ini semakin parah. Pasokan harus dipastikan dan antrean harus diatur. Jangan sampai kelangkaan BBM membuat kemacetan semakin panjang di Maros,” pungkasnya.

DPRD Maros berharap persoalan ketersediaan solar segera mendapatkan solusi. Kepastian pasokan dinilai penting untuk menjaga kelancaran aktivitas masyarakat, arus lalu lintas, serta distribusi barang yang turut menopang aktivitas ekonomi di Kabupaten Maros. (Ist)

Example 300x250